Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Senin, 02 Januari 2012

Rektor Unsyiah Sentil Gerakan Gender

Banda Aceh — Rektor Universitas Syiah Kuala,Darni Daud, Jum’at (23/10) menyentil gerakan Gender yang sedang diagung-agungkan oleh beberapa pihak dengan alasan gerakan gender juga telah berpengaruh buruk terhadap kehidupan masyarakat seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

“Akibat dari kaum perempuan terlalu sibuk memperjuangkan gender, dia dibenci oleh anak-anaknya karena anaknya tidak mendapatkan kasih sayang dari ibunya,” ujar Darni Daud setelah salah seorang peserta Peluncuran dan Bedah Buku dengan judul Professionalism, Courage, Dignity yang menceritakan tentang profil dan sejarah Polisi Daerah (Polda) Aceh, aktivis Majelis Syura Inoeng Aceh, Ria Fitri mempertanyakan apakah dalam buku yang diterbitkan oleh Polda Aceh tersebut juga dilihat dari perspektif kaum perempuan.

Selain itu, Ria Fitri juga menyesalkan pembicara dalam bedah buku ini tidak ada perempuan. “Kenapa tidak ada seorang pun pembicara dalam bedah buku ini dipilih salah seorang dari perempuan, padahal hal tersebut penting karena buku tersebut juga harus dilihat dari perspektif perempuan,” sebut Ria Fitri.

Awalnya Kapolda Aceh, Irjen Polisi Adityawarman mengakui bahwa dirinya tidak sempat memikirkan hal tersebut, “Saya minta maaf, saya benar-benar tidak ingat untuk memanggil salah seorang pembicara dari perempuan, padahal bisa kita sandingkan dengan pembicara yang lain,” ujar Kapolda Aceh.

Setelah Kapolda Aceh selesai berbicara, Darni langsung menyebutkan, gerakan gender di Amerika Serikat telah membuat banyak perubahan kehidupan manusia, “Akibat gerakan gender, wanita di Amerika malah berhubungan sesame jenis atau lesbian,” sebut Darni didepan puluhan Muspika provinsi Aceh dan Kabupaten/kota di Aceh.

Dampak lainnya sebut Darni, para lelaki pun di Amerika sudah mulai membenci wanita, akhirnya lelaki pun sudah berhubungan sesame lelaki atau homoseksual. “Bahkan di depan umum mereka sudah berani bermesraan sesame jenis, di Aceh tidak dikenal kebiasaan seperti itu, bahkan hal tersebut tidak sesuai dengan budaya di Aceh,” ujar Alumni salah satu Universitas di Amerika Serikat. [003]


sumber

0 komentar:

Posting Komentar