Banda Aceh, (Analisa). Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Darni M Daud MA memperoleh penghargaan tingkat nasional anugerah The Best Executive Indonesian Awards pada festival pesona profil tokoh eksekutif Indonesia tahun 2011.
Penghargaan tersebut diberikan sebuah majalah investigasi independen tingkat nasional, Majalah Satgasnas yang bekerja sama dengan Dewan Komite Pusat Jaringan Pembaharuan Nusantara (DKP JPN) dan DPP Asosiasi Pelaksana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (AP3 TKIS).
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 24 Desember 2011, di Hotel Mercuri Ancol, Jakarta, kepada 10 tokoh nasional atas keberhasilan dan prestasi individu tokoh yang telah memberikan karya nyata bagi pembangunan bangsa dan negara serta telah membangun kariernya secara gemilang di bidang pemerintahan, pendidikan, pengusaha dan sebagainya.
Darni Daud yang telah dua periode memimpin Unsyiah dinilai sebagai tokoh nasional insan pejuang pembaharuan nusantara, setelah diseleksi dari 500 tokoh dengan sistem penelitian dokumentasi dan prestasi serta interviuw ke lapangan.
Tak Menduga
Rektor Darni Daud mengaku, sebelumnya tidak pernah menduga dan merasa kaget berhasil menembus seleksi ketat pemilihan tokoh pesona profil eksekutif Indonesia mengingat tingkat persaingannya yang sangat ketat. Meski demikian, ia merasa bersyukur bahwa apa yang telah dikerjakannya selama ini ternyata dilirik dan dihargai di tingkat nasional.
Bakal calon gubernur Aceh yang maju dari jalur independen ini juga berharap, adanya penghargaan ini bisa terus memotivasi dirinya untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk seluruh rakyat Aceh.
"Semoga dengan ini saya dan kita semua lebih termotivasi lagi untuk berbuat yang lebih baik ke depan untuk kepentingan rakyat, tanpa pamrih. Penghargaan ini merupakan kebanggaan Aceh, karena untuk tingkat Sumatera hanya Rektor Unsyiah yang mendapatkannya, ujar Darni.
Sejumlah tokoh nasional yang mendapatkan anugerah tersebut di antaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri, mantan Komandan Pusat POM TNI-AD, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, SH dan Bupati Karangasem, Bali I Wayan Geredeg, SH.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 24 Desember 2011, di Hotel Mercuri Ancol, Jakarta, kepada 10 tokoh nasional atas keberhasilan dan prestasi individu tokoh yang telah memberikan karya nyata bagi pembangunan bangsa dan negara serta telah membangun kariernya secara gemilang di bidang pemerintahan, pendidikan, pengusaha dan sebagainya.
Darni Daud yang telah dua periode memimpin Unsyiah dinilai sebagai tokoh nasional insan pejuang pembaharuan nusantara, setelah diseleksi dari 500 tokoh dengan sistem penelitian dokumentasi dan prestasi serta interviuw ke lapangan.
Tak Menduga
Rektor Darni Daud mengaku, sebelumnya tidak pernah menduga dan merasa kaget berhasil menembus seleksi ketat pemilihan tokoh pesona profil eksekutif Indonesia mengingat tingkat persaingannya yang sangat ketat. Meski demikian, ia merasa bersyukur bahwa apa yang telah dikerjakannya selama ini ternyata dilirik dan dihargai di tingkat nasional.
Bakal calon gubernur Aceh yang maju dari jalur independen ini juga berharap, adanya penghargaan ini bisa terus memotivasi dirinya untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk seluruh rakyat Aceh.
"Semoga dengan ini saya dan kita semua lebih termotivasi lagi untuk berbuat yang lebih baik ke depan untuk kepentingan rakyat, tanpa pamrih. Penghargaan ini merupakan kebanggaan Aceh, karena untuk tingkat Sumatera hanya Rektor Unsyiah yang mendapatkannya, ujar Darni.
Sejumlah tokoh nasional yang mendapatkan anugerah tersebut di antaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri, mantan Komandan Pusat POM TNI-AD, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, SH dan Bupati Karangasem, Bali I Wayan Geredeg, SH.



0 komentar:
Posting Komentar